
Apa Itu Diare ?
Diare adalah salah satu gejala gastroenteritis dan juga muntah. Gastroenteritis adalah radang yang terjadi pada lambung atau usus karena infeksi bakteri/virus. Diare terjadi selama 2-4 hari tanpa memerlukan penanganan khusus, tetapi beberapa kasus diare bisa berakibat fatal. Hal ini terjadi karena terlalu banyak cairan tubuh yang terbuang keluar khususnya pada anak-anak, penderita kurang gizi, dan orang-orang yang lemah daya tahan tubuhnya. Saat ini, diare adalah penyebab kematian nomor 2 di dunia pada anak-anak dibawah usia 5 tahun, menyebabkan sekitar 760.000 anak-anak meninggal setiap tahun. Namun menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2007, diare merupakan penyebab kematian pada 42 persen bayi dan 25,2 persen anak-anak usia 1-4 tahun.
Pada tahun 2013, WHO menuliskan beberapa fakta mengenai penyakit diare khususnya untuk anak-anak dengan usia di bawah 5 tahun :
- Diare adalah penyebab kematian tertinggi kedua
- Setiap tahun diare membunuh 760.000 anak di dunia
- Diare merupakan penyebab utama malnutrisi anak-anak
Dari fakta yang didapat tersebut, maka diare bukanlah penyakit ringan apalagi diare menjangkit anak-anak balita.
Penyakit diare dibagi menjadi beberapa jenis, salah satunya adalah diare akut. Diare dapat disebut akut apabila seseorang melakukan buang air besar lebih dari 3 kali dalam 24 jam, dengan konsistensi cair dan berlangsung selama kurang dari satu minggu.
Apa penyebab diare?
Umumnya diare menyebar melalui kontaminasi air dan makanan, tangan yang kotor, atau kotoran manusia yang tersentuh. Banyak bakter dan virus penyebab gastroenteritis dan diare. Antara lain:
-
- Bakteri. Salmonella atau Escherichia (E. coli)
- Virus. Norovirus atau rotavirus
- Parasit. Giardia intestinalis
Bagaimana mencegah diare?
- Praktekkan gaya hidup sehat:
Rajinlah mencuci tangan dengan sabun dan air, khususnya sehabis dari toilet dan sebelum makan. - Air minum yang bersih dan aman diminum:
Air minum yang tercemar adalah penyebab utama penyebaran infeksi. Pastikan Anda menyimpan air di tempat yang bersih dan tertutup di rumah. Jangan pergunakan wadah penyimpanan air secara langsung untuk minum. Cucilah wadah penyimpan air dengan bersih dan kalau perlu sterilkan air minum tersebut. - Kebersihan toilet :Menjaga kebersihan toliet merupakan hal yang sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit penyebab diare. Pastikan toilet memiliki saluran pembuangan yang memadai (septic tank). Siram toilet dan bersihkan menggunakan desinfektan khususnya pada bagian-bagian yang sering dipegang. Tutuplah toilet bila sedang tidak digunakan.Jangan gunakan lap untuk membersihkan area toilet pada area lain di dalam rumah.
4. Kebersihan makanan:
- Kebersihan makanan bisa mencegah keracunan makanan penyebab gastroenteritis dan diareBersihkan perlengkapan makanan menggunakan desinfektan . Khususnya setelah sehabis digunakan untuk mempersiakan makan mentah seperti daging, ikan, dan telur. Bersihkan juga permukaan dapur dan peralatan dapur menggunakan deterjen dan air panas.
- Simpan makanan mentah di tempat terpisah
- Masaklah makanan dengan sempurna
- Masukkan makanan ke dalam freezer untuk mencegah penyebaran bakteri.
5. Tangani dengan baik penderita diare di rumah:
- Hindari pemakaian barang-barang pribadi secara bersama-sama (handuk, spons, peralatan makan)
- Penderita diare jangan menyiapkan makanan untuk orang lain
- Bersihkan menggunakan desinfektan pada toilet, khususnya dudukan toilet dan tombol flush.
- Cucilah tangan dengan teratur menggunakan sabun dan air
- Tunggulah sampai 48 jam setelah sembuh, sebelum kembali bekerja/sekolah
Berikut Merupakan Video Tentang Diare
Jangan Lupa Di Tonton !! Agar Hidup Menjadi Sehat Gaess !!
2 . https://www.youtube.com/watch?v=tiDgxiTwwmo
DAFTAR PUSTAKA